Langsung ke konten utama

Aku Belajar Bahasa Turki - Türkçe Oğreniyorum

                       


Hai! Aku gadis berkerudung, yang hampir setiap hari waktunya kuhabiskan dengan belajar menuntut ilmu serta menyelesaikan segala tugas yang diemban selaku menjadi seorang pelajar. Haruslah  begitu untuk menjadi seorang pelajar mengarungi banyak rintangan dan kesulitan selama itu.

Gairah ini muncul setelah melihat banyaknya sinetron di televisi menayangkan drama-drama yang berasal dari salah satu Negara yang kukagumi sejak kecil, yaitu Turki. Terang saja drama itupun semakin diperbanyak jam tayangnya hingga aku dapat melihat dengan gamblang bagaimana cuplikan Negara impian ku melalui acara drama di televisi tersebut. Sungguh Aku telah tergoda, sampai terbawa dalam khayalan. Sejak itu aku mulai merasa tergelitik untuk mencari tahu banyak hal mengenai Negara impian yang sangat ingin kukunjungi suatu hari kelak.




  Dahulu Aku sama sekali tidak mengetahui apa dan bagaimana Negara Turki tersebut, dikepalaku tidak ada satupun pengetahuan yang menggambarkan tentang Negara  itu, Aku hanya menyukai nama Negara itu yang bagus dan unik bagiku kala itu. 

 Kisah ini bermula ketika aku menemukan sebuah grup yang menghimpun orang-orang Indonesia dan Turki dengan menjalankan sebuah kemitraan yang baik. Tak perlu ku jelaskan bagaimana ini terjadi, sebenarnya aku telah cukup lama bergabung di grup tersebut melalui akun sosial media. Hanya aku menjadi pengamat, aku jarang bahkan hampir tidak pernah menulis kiriman atau berkomentar di grup tersebut. Hasrat mempelajari bahasa Turki pun ku timbul, teringat juga kata-kata mutiara orang hebat dunia yang pernah kujumpai di sepanjang aku mulai sudah dapat membaca, tidak banyak dapat teringat apa perkataannya persis namun sedikit kuingat isinya adalah “jika kamu menyukai suatu Negara, kamu harus menguasai bahasanya” kalimat itulah seolah memanggilku dan mulai dari sini,aku membulatkan tekadku dengan Bismillah untuk mempelajari bahasa ke empat dalam kehidupanku setelah Bahasa ibu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan ini bahasa Turki.

   Awal memasuki dunia perkuliahan, dan  status berpindah menjadi mahasiswa, Aku semakin bersemangat. Aku berjalan, turun kebawah melewati anak tangga satu per satu menuju ke ruangan bawah dengan maksud ingin keluar dari kantor fakultas. Tak sengaja ada sesuatu yang menganggu pandanganku di sisi ujung kiri papan pengumuman kegiatan perkuliahan. 

   Ku dekati hal yang menarik perhatianku, yang kulihat saat ini adalah broadcast atau selembaran pengumuman, selembaran ini menggunakan kertas HVS putih biasa dan sekilas tidak begitu jelas cantuman tulisan disana, namun gambar  yang mendominasi membuat Aku mengenali maksud dari brosur ini. selembaran tadi adalah tawaran diperuntukkan para mahasiswa yang berminat mendaftarkan untuk kursus bahasa Turki selama satu semester. 


  Sontak senang sekali, segera kutengok apa saja persyaratan yang harus dipenuhi. Namun sayangnya, dalam persyaratannya mengharuskan nilai IPK terakhir jelasnya minimal skor 3.50. Aku bisa apa ? statusku masih mahasiswa baru jelas aku belum memperoleh nilai itu. Sedih memang, namun kutetap menunggu hingga giliran kunanti.


  Nah, tibalah giliranku untuk itu, Aku telah punya nilai IPK yang memadai, cukup bersemangat dan tinggal menunggu waktu kapan brosur itu ditempel kembali di papan pengumuman. Kabar buruknya, ternyata program tersebut tanpa keterangan yang jelas tidak dibuka dalam beberapa waktu yang belum diketahui , hmm sedikit kecewa. Aku tetap mencari jalan lain bagaimana aku bisa belajar bahasa Turki, Negara impianku.

 Suatu saat, aku pergi ke Perpustakaan Daerah untuk mencari buku-buku yang kubutuhkan bersama satu temanku,tak sengaja Aku melewati rak buku yang didalamnya terdiri dari kumpulan buku Bahasa Asing dari segala penjuru Negara, Aku sangat tertarik untuk mendekati dan mengorek-ngoreknya.

  Ku susuri buku per buku dan Aku menemukan buku berukuran kecil berwarna kuning cerah sampul bukunya terlihat sederhana. Di kulit bukunya tertera gambar jembatan Boshporus seperti yang terdapat di Turki.
    
Tiba-tiba saja temanku memanggil
Teman                    : “Hey, mmh buku apa nih.?”
Aku                         : “Oh ini buku bahasa Turki”
Teman                :   “Wuhuu keren kamu mau belajar ini ya ?!” (seraya  mengalihkan buku dari tanganku)
   Aku               : “Hehe aku baru aja kenal kok, iya ini aku lagi lihat-lihat dulu alfabetnya, lihat deh ada huruf latinnya juga.”
Teman            : “Iya, mmh tapi aku pusing belajar Bahasa Asing, ngga pernah tuntas aku mah pemalas. Kamu aja yang belajar ya, ini lanjutin aja bacanya aku mau cari buku lagi” (diapun menaruh buku diatas   meja tepat didepanku)
Aku                        : (Senyum)

Setelah beberapa jam berkutat dengan buku di perpustakaan, pun segera mengakhiri dan pulang ke rumah.

 *Di rumah*

Jam menunjukkan pukul 17.23 hari ini aku sangat lelah, ku segarkan tubuhku membersihkan diri dengan mandi. Setelahnya aku bergegas mempersiapkan untuk melakukan ibadah maghrib, setenang mungkin kunikmati waktu yang berputar.

  Pada malamnya semua kesibukan dirumahku telah usai, waktu untuk beristirahat pun tiba. Malam itu aku tak bisa tidur, walaupun terasa tubuhku sangat lelah. Mata ini tetap saja mampu menopang kantukku, kemudian aku keluar dari singgasana kecilku menuju ke dapur mencari makanan atau minuman seperti susu hangat agar aku dapat cepat tidur.

      *cetrek..cetrek ! satu panci kecil dan setengah air di dalamnya di masak oleh api biru. Sembari menunggu pikiran tiba-tiba tergoda untuk memegang buku bahasa Turki yang sedang dipinjam dari perpustakaan tadi sore.  Kupandangi, tetapi pikiran sedikit kacau sebab aku harus berbagi untuk membuat susu hangat dan ingin membaca buku mungil tersebut. Hampir saja air dipanci habis teruap sempat kutinggalkan sebab terpaku dengan buku yang baru ku temukan ini.

           Selesai sudah aku membuat susu hangat tadi, kubawa ia ke kamar,  sejenak waktu untuk dinikmati.  Terlintas dipikiranku untuk membuka laptop mini terletak di atas meja, laptop yang kini telah nyala mencoba mengetik sesuatu yang ingin dicari. Aku pun membuka akun sosial media yang kumiliki.
  
Ku klik grup yang kuceritakan sebelumnya, sempat berkeinginan untuk menulis suatu kiriman di dindingnya. Diri ini berpikir dua kali dan  bukanlah tipekal seorang yang sering menyapa di grup sosial media seperti demikian, perasaanku waktu itu antara mau dan malu. Sadar ternyata rasa malu pada diri ini  teramat kuat sehingga niat itu kuurungkan sejenak. Bosan rasanya, tidak bisa tidur padahal sudah larut malam. Susu hangat ini sangat menggugah segeranya aku teguk sedikit-demi sedikit. Benar mataku kini telah sangat mengantuk, lalu membaringkan diri ke kasur dan tak disadari haripun telah pagi.
Pagi hari, Aku membuka kembali akun sosial media, sempat terpikirkan lagi keinginan semalam, akhirnya Aku memberanikan diri menuliskan suatu tulisan dengan isinya.

Mengirim sesuatu ke Grup

“Assalamualaikum, selamat siang semua.. senang bisa menjadi salah satu anggota di grup yang sangat luar biasa ini Aku saat ini sedang memepelajari bahasa Turki. Untuk belajar itu Aku udah punya satu buah buku. Inipun Aku ketemunya di Perpustakaan Daerah di kotaku. aku udah pernah keliling untuk cari kamusnya saja, namun tetap nihil. Buku seperti ini sangat jarang ada toko buku yang menjualnya. Aku jadi sedikit kesulitan . Bagi teman-teman mungkin bisa memberi informasi lebih dimana Aku bisa membeli dan mempelajari bahasa Turki lebih mudah terima kasih

Hatiku terasa lega setelah menuliskannya, Aku segera meninggalkan akun dan beralih kepada kegiatan lain. Satu jam waktu berselang, Aku kembali mengecek akun soial mediaku. Di dapati pada pemberitahuan ada seorang wanita yang mengomentari status kirimanku, dia mengatakan “saya punya grup khusus untuk belajar bahasa Turki, kalau mau kirimkan nomornya lewat pesan pribadi ya”  

 Melihatnya aku sangat riang, haaa Alhamdulillah sangat senang mengetahui berita bahagia ini, perasaanku berbunga-bunga. Tak sabar Aku pun segera mengirimkan nomor telepon ku ke pesan pribadi pada wanita yang ku tahu dia bernama Farah.


Kak Farah           : “Oh iya , nanti tunggu ya saya undang ke grup nya” Jawab Kak Farah membalas pesanku
Aku           : “Baik Kak, saya tunggu. Sekali lagi terimakasih banyak” ungkap terimakasihku  dengan senyum bahagia.

Tak begitu lama, handphone yang saat itu di atas meja kecil kayu berbunyi dan itu adalah tanda pemberitahuan akun whatsappku. Aku membuka karena penasaran, kulihat pemberitahuan tadi ialah artinya akunku telah bergabung di grup yang Kak Farah maksud. Kak Farah selaku admin di grup dan mengajar juga. Senang sekaligus cemas, aku tak tahu harus bagaimana memulai obrolan dengan penghuni grup ini, ? disini aku benar-benar kebingungan, tiba-tiba saja muncul pesan Kak Farah yang berisi

Kak Farah          :“Hai teman-teman,ini kita kedatangan anggota baru, ayo Balqist perkenalkan dirimu kami pingin kenalan” Kak Farah memintaku untuk memperkenalkan diriku
          Aku                   : “Oh baik Kak tapi pakai bahasa apa ya Kak Inggris atau Indonesia ?”
Kak Farah     :“Bahasa Inggris aja sayang, supaya teman yang lain bisa mengerti juga” jawabnya dengan ramah

 Aku pun tidak ingin basa-basi, kuketik perkenalan singkat yang bermuat tentang nama lengkap, panggilan, asal, dan umur dan segera kutekan tombol kirim. Terjadi lumayan banyak percakapan di obrolan grup,hingga tulisan perkenalan singkat tadi hampir saja tenggelam jauh. Untunglah belum begitu tertinggal.

Orang pertama yang menanggapi perkenalan singkatku dialah orang Turki, di membalas juga dengan sapa ramahnya dan berkata bahwa  namanya adalah Huseyin berdomisili di Istanbul. Sangat senang jiwaku, ditegur sapa oleh native speaker asli Turki hihi walaupun aku sendiri belum mengetahui seperti apa orangnya?.   Sebab percakapan kami, di susul pula oleh yang lainnya mereka menyapaku. Orang yang kedua menyapaku orang Turki lagi dia bernama Hacer, waktu itu aku belum memiliki banyak pengetahuan tentang nama-nama orang Turki apa saja, bahkan aku masih bingung Hacer ini nama laki-laki atau perempuan?. Ah, sudahlah itu hanya rasa penasaranku.

  Sejak itu, aku belajar bahasa Turki disela-sela waktu senggang. Memahami materi demi materi yang diajarkan oleh Native Speaker. Aku dan teman-teman  belajarnya tak tatap muka secara langsung, kami hanya belajar melalui percakapan digital, dimulai dari hal yang paling sederhana untuk para pemula yaitu alfabet kemudian nama-nama hewan, angka, warna-warna, nama berbagai profesi, nama buah, cuaca, benda-benda, tempat umum, kendaraan, salam-salam, percakapan sehari-hari bahasa Turki yang sederhana, hingga ke penyusunan kata menjadi sebuah kalimat dan mempraktekkan  cara pengucapannya.

  Sungguh seru dan menyenangkan tak terbayang bila melalui pertemuan digital seperti ini saja sudah sangat seru apalagi jika benar-benar berjumpa. Meski demikian aku tetap berusaha mengambil ilmunya. Mungkin karena rasa sukaku pada Negara Turki berimbas ke mempelajari bahasanya tak terasa sulit bagiku,karena sudah ada ‘Perasaan’ suka hehe hanya aku butuh waktu untuk menguasainya.

Inilah yang kurasakan, kemudahan untuk mempelajari bahasa Turki pada forum digital dan satu hal yang membuatku merasa nyaman berada pada grup ini adalah kami bukanlah forum formal, kami kumpulan anak muda yang saling berbagi ilmu untuk mempelajari bahasa Turki satu sama lain Share to each Other. Terkumpul sebagai keluarga yang hangat dan saling kasih sayang, belajar,bercanda, saling tukar serta menambah wawasan informasi mengenai Turki oleh warga disana dan mereka tersebar diberbagai wilayah Turki. Berteman dengan Native Speaker orang Turki yang baik hati, asyik, ramah dan bersemangat membantu.
Makasih ya udah baca hihi 
Maklum tulisan belom pada bener tapi seneng cuap cuap


~ Balqist ~ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nilai A

     Suatu hal yang terbesit dipikiranku, sejak mulai dapat menikmati indahnya melihat, mendengar, merasakan, berbicara, bergerak, bahkan bernapas dengan mudahnya tanpa harus berusaha mengumpulkan setoran rutin bersifat materil kepada sang Maha Pemilik. Setiap kegiatan itu kujalani berulang-ulang hingga kepada Aku yang saat ini. Setiap peristiwa bagiku adalah pembelajaran dan akan selalu belajar, meneliti secara akal sehat akan kebebasan diri sebagai insan yang merdeka. Menelusuri banyak khazanah ilmu yang belum kuketahui atau bahkan hanya kulewati saja tanpa mampir, dan mengambil manfaatnya sekedar tahu saja misalnya ?. Tapi pertanyaannya apakah Aku seorang pelajar ? dan sudahkah Aku berada di taraf pelajar yang baik yang diketahui kebanyakan  adalah orang yang haus akan ilmu ?.  Cerita yang diangkat dari pengalaman pribadi, sekilas akan terasa sepele. Namun jika kita mau meluangkan untuk berpikir serta merenungi lebih dalam, akan banyak penyesala...

Balada di Negara Orang : Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi

AssalamualaikumWarahmatullahi Wabarakatuh 😊🙏 Hey Hay!      Kali ini, ditulisan ini aku mau membahas dan membagi cerita kepada mentemen netizen. Perlu diketahui, tulisan yang dipublikasikan disini berdasarkan pengalaman pribadi aja, bukan dari hasil riset atau sudut pandang orang lain, semoga dimengerti dan makasih atas pengertiannya ^^  Nah lanjut ya..siip ^^b   Kalau kalian mau tau nih yuk kita main jauh-jauh pulang malem-malem haha :D maksudnya kita melihat bahwa dunia itu gede banget, iya gede luas, dengan segede itu, tentu setiap belahan di dunia punya keunikan tersendiri, setiap negara punya keelokannya sendiri, ngga terkecuali kita sebagai warga plus enam dua hehehe ya dong! Begini genks,  kalian tahu ngga? *ngga tau ya? yaudah sini deket.... ku bisikin* canda, kalem. *ah elu banyak bacotnya cepetaann well     Indonesia itu sangat dikenal di luar sana, bahkan keramah-tamahan kita ini udah tersohor dan dinobatkan sebagai...

Akhirnya Aku Kesana

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh😊🙏  Hallooo netizen makasih sebelumnya udah mampir ke blog aku yaa..  ehm okey langsung aja tanpa ba bi bu be bo disini aku bakal cerita ringan-ringan aja. Sebenernya aku bingung mau ngetik apa? buat ngisi blog ini, tapi karena lagi gabut ya udah deh nyoret di blog aja. jadi penggabut produktif hehehe. Soooo iya nih mentemen yang sambil guling-gulingan atau duduk-dudukan bacain ini.. Kalian bisa lihat gambar dibawah ini, yaap gambar ini diambil pada tanggal 4 Maret 2017 sekitar  3 tahun lalu oleh seorang teman onlen yang lumayaaannn ehm udh deket saat zaman itu *cielah namaku ditulis di Turki, oleh seseorang sahabat. di secarik kertas bertuliskan  "Turkey Soon" beneran loh awalnya terharu banget :'D tiba-tiba dikirimin foto begitu.. campur aduk dah. Ketika itu, aku berdoa kepada Allah SWT, supaya kelak beneran aku bisa kesana. Senang rasanya, ya walaupun namaku duluan dong kesono baru orangnya hihi...